Kamis, 04 Februari 2016

Teori Keretakan (Teori Crack)


Salah seorang tokoh Indonesia yang disegani di dalam dan luar negeri adalah mantan presiden Indonesia, Baharuddin Jusuf Habibie. Nama beliau sudah tak asing lagi di masyarakat internasional sebagai salah seorang manusia jenius di muka bumi.

Kepakaran beliau di bidang teknologi auronautika atau ilmu pesawat terbang menjadikannya sebagai salah seorang pemegang hak paten dari beberapa teknologi penerbangan.

Salah satu  teori yang beliau temukan di dunia penerbangan adalah tentang teori keretakan pesawat. Dengan teori ini, beliau berusaha meminimalisir tingkat kecelakaan penerbangan hingga mampu menyelamatkan jiwa manusia.

Teori ini berawal dari kenyataan bahwa pada tahun 1960 perkembangan teknologi pesawat terbang belum sepesat seperti sekarang, banyaknya musibah pesawat terbang yang terjadi karena kelelahan (fatique) pada bodi pesawat.

Biasanya titik rawan kelelahan ini terjadi di sambungan antara sayap dan badan pesawat terbang, atau antara sayap dan dudukan mesin. Sebab elemen inilah yang secara terus-menerus mengalami guncangan keras, baik ketika sedang take off ataupun landing.

Di saat sebuah pesawat melakukan take off, sambungannya menerima tekanan udara (uplift) yang besar. Begitu ketika sebuah pesawat akan melakukan landing dan menyentuk landasan, bagian ini pula yang menanggung hempasan tubuh pesawat. Akibatnya kelelahan pun terjadi, dan itu awal dari keretakan (crack). Semakin hari keretakan itu semakin memanjang dan dapat berakibat fatal, karena sayap pesawat bisa patah tanpa diduga. Hal ini menyebabkan potensi fatique semakin besar.

Di sinilah peran seorang BJ Habibie yang kemudian datang menawarkan sebuah solusi. Beliaulah yang menemukan bagaimana rambatan titik crack itu berkerja, yang kemudian dikenal dengan nama teori crack progression.

Dengan teorinya, Habibie berhasil menghitung crack itu dengan rinci sampai pada hitungan atomnya. Hal ini tidak saja bisa menghindari risiko pesawat jatuh, tetapi juga membuat pemeliharannya lebih mudah dan murah. Teori crack progression atau yang lebih dikenal dengan Faktor Habibie, porsi rangka baja pesawat bisa dikurangi dan diganti dengan dominasi alumunium dalam body pesawat terbang. Dan dapat mengurangi bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar sampai 10 persen dari bobot konvesionalnya.

Faktor Habibie ternyata juga memiliki peran dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara ketika pesawat take off. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Masalah penstabilan kosntruksi di bagian ekor pesawat ini dapat dipecahkan Habibie hanya dalam masa 6 bulan saja.

Penemuan-penemuan yang berhubungan dengan konstruksi pesawat terbang dikenal dengan teori Habibie, Faktor Habibie, dan metode Habibie.

Teori Big Bang


Teori Big Bang adalah teori yang membantah paham materialisme yang menyatakan bahwa keberadaan alam semesta ini tunggal.Tidak berawal dan tidak berakhir.Dengan bahasa sederhana, teori ini menunjukkan keberadaan Sang Pencipa dan alam semesta ini adalah ciptaanNYA.Menurut Teori Big Bang, Bumi ini sudah berusia kira-kira 13,7 Miliyar tahun. Pada awal terbentuknya alam semesta telah terjadi sebuah fenomena Ledakan Besar.

Senin, 01 Februari 2016

Biografi Albert Einstein

Albert Einstein pada tahun 1921
Biografi:

Lahir
14 Maret 1879. Ulm, Kerajaan Württemberg, Kekaisaran Jerman

Meninggal            
18 April 1955 (umur 76). Princeton, New Jersey, Amerika Serikat

Tempat tinggal  
Jerman, Italia, Swiss, Austria, Belgia, Britania Raya, Amerika Serikat

Kewarganegaraan          
Württemberg/Jerman (1879–1896)
Tanpa kewarganegaraan (1896–1901)
Swiss (1901–1955)
Austria (1911–1912)
Jerman (1914–1933)
Amerika Serikat (1940–1955)

Bidang Fisika
Institusi               
Kantor Paten Swiss (Bern)
Universitas Zurich
Universitas Charles Praha
ETH Zurich
Akademi Ilmu Pengetahuan Prusia
Institut Kaiser Wilhelm
Universitas Leiden
Institute for Advanced Study

Almamater       
ETH Zurich
Universitas Zurich

Dikenal karena
Teori Relativitas umum dan relativitas khusus
Teori Efek fotoelektrik
Teori Persamaan massa-energi
Teori Gerak Brown
Teori Persamaan medan Einstein
Teori Statistika Bose–Einstein
Teori Medan Terpadu
Teori Paradoks EPR

Penghargaan    
Hadiah Nobel Fisika (1921)
Medali Matteucci (1921)
Medali Copley (1925)
Medali Max Planck (1929)
Tokoh Time Abad Ini (1999)

Pasangan              
Mileva Marić (1903–1919)
Elsa Löwenthal, née Einstein, (1919–1936)

Gejala Virus Zika





Gejala:
1.Demam
2.Sakit Kepala
3.Sakit Sendi
4.Ruam
5.Konjunktivitis